
Siapa sangka stik kayu dan lem bisa membawa pulang medali emas dari luar negeri? Dua tim mahasiswa UNTAN membuktikannya di International Sarawak Bridge and Mapping Challenge 2026 yang digelar Politeknik Kuching Sarawak, Malaysia, pada 30 September–1 Oktober 2026.
Bersaing dengan 84 tim
Kategori Build & Bend Challenge diikuti 84 tim. Tantangannya: merancang dan merakit model jembatan dari stik kayu paulownia, lalu mengujinya dengan loading test untuk melihat seberapa kuat jembatan menahan beban.
- Tim SSA GARDAPURA — Gold Award, Fourth Place Category A, serta Best in Creativity & Buildability.
- Tim GARDAPURA — Silver Award dan Best Poster Design Category A.
Anggotanya lintas prodi: Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Elektro, dengan pendampingan dosen pembimbing dari Fakultas Teknik.
Persiapannya sekitar satu bulan — mulai dari latihan merakit, uji coba, sampai membuat maket.
Kedua tim sebelumnya harus lolos seleksi proposal dulu sebelum melaju ke final. Bukti kalau kreativitas plus ketelitian bisa bersaing di level internasional!
Sumber: Humas Universitas Tanjungpura